By administrator1  Article Published 24 February 2015
 
HARI KARTINI VS PAKAIAN ADAT
 
Saat sedang ramai-ramainya di bulan April lalu, permintaan sewa pakaian adat membludak terutama di hari bersejarah Kartini. Para mommies sibuk mencari pakaian adat untuk anak kesayangan, ada yang sudah dari jauh-jauh hari menghubungi kami dan booking, ada juga yang mepet-mepet, besok mau pakai, hari ini baru mencari kostum. Tapi itulah serunya, kami sebagai pengelola sewakostumanak dibuat kelimpungan di dalam event demi event, kami terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan para mommies sejagat Indonesia. Kami yakin Sekolah – sekolah juga tidak kalah sibuknya dalam mempersiapkan events dari pentas seni, lomba, fashion show, dan segudang events lainya.
Para Momies juga mengetahui bahwa, dari tahun ke tahun, tanggal 21 April, Indonesia memperingati hari RA Kartini, namun adakah yang bertanya apa sih hubunganya Hari Kartini dengan pakaian adat? Kenapa peringatan Kartini identik dengan pakaian adat?
 
Mari kita telusuri secara singkat siapakah RA Kartini ini.
Biografi singkat RA Kartini yang diambil melalui ulasan Wikipedia
Raden Adjeng Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun. Raden Kartini adalah seorang tokoh suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. 
Dalam kisah sejarahnya yang kami tangkap RA Kartini berjuang untuk meningkatkan derajat kaum wanita saat itu. Dalam surat-suratnya kepada teman-teman Belandanya juga banyak berisi pemikiran-pemikiran yang luar biasa sehingga tertuang dalam beberapa buku. Dan yang terkenal adalah “Habis Gelap Terbitlah Terang”. RA Kartini memang merupakan tokoh sejarah yang membangkitkan wanita untuk menjadi lebih baik. Lewat surat-surat dan perjuanganya, pemerintah Indonesia memberikan gelar kepada RA Kartini sebagai pahlawan wanita.
Penelitian sederhana ini kami simpulkan memang tidak ada kaitanya hari Kartini dengan baju-baju adat. Namun lewat jiwa nasionalisme yang dibawa oleh Ibu Kartini, mengimpartasikan era saat ini untuk mengenal budaya Indonesia yang kaya melalui ajang pameran pakaian tradisional sebanyak 33 (tiga puluh tiga) propinsi. Dan lewat Hari KARTINI, seluruh Indonesia diramaikan, dipestakan dan dipenuhi dengan aktifitas kebersamaan sambil mengingat jasa-jasa ibu kita Kartini.
Kebersamaan yang terjalin antara guru dengan murid, anak dengan orang tua, guru dengan orang tua murid, guru dengan guru, murid dengan murid, dan sukacita yang dirasakan bersama lebih dari sekedar Kartini-an. Percaya atau tidak, KARTINI-an merupakan ajang yang ditunggu-tunggu bagi para murid untuk unjuk kebolehanya dalam memamerkan kostum dan juga bergaya dalam pentas seni ataupun fashion show. 
So, mommies, get ready for next 21 April !! 
Sewakostumanak ready to serve you!
 


Related Article